mindo ‘s blog

blog bebas exxpressiiii,

Season 2: Keras Tapi Nyaman

Dedy Lisan, vokalis Andra and the Backbone.

Keras Tapi Nyaman–> Selasa, 13/5/2008 | 20:38 WIBJAKARTA, SELASA – Kesan jualan sangat terasa dari isi album kedua Andra and the Backbone (ABB) ini. Pihak perusahaan rekaman EMI Music Indonesia, yang mengeluarkan album ini, pun seolah mengamini opini ini dengan melempar lagu pop-balada Main Hati sebagai single pertama. EMI melakukan hal yang berbeda terhadap album perdana ABB, yang single pertamanya, Musnah, sarat akan distorsi gitar bertensi tinggi. Dengan Main Hati, tembang sentimental yang berkisah tentang akhir pencarioan seorang pria akan sesejatian cinta, tampaknya EMI ingin langsung meluluh lantakkan hati para penggemar musik Tanah Air.

Album ini dibuka oleh lagu bergenre hard rock yang kuat secara teknis dan aransemen, Muak. Lagu itu seolah ingin menunjukkan betapa mumpuninya para personel ABB–Andra Ramadhan (gitaris), Stevi Item (gitaris), dan Dedy Lisan (vokalis), serta Q-Noy (additional bass player) dan Agung (additional drummer). Mereka mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik masing-masing dalam mengolah lagu tersebut menjadi lagu rock bertensi tinggi. Bahkan, pada bagian interlude, para personel band asal Jakarta ini memainkan lick-lick metal yang sangat menusuk gendang telinga, kemudian dilanjutkan dengan besetan melodi gitar Andra yang beraroma fusion-rock.

Tensi sedikit diturunkan begitu memasuki lagu kedua, Kepayang. Namun, atmosfer hard rock masih terdengar jelas di telinga. Kocokan gitar berdistorsi tebal membahana di sepanjang lagu. Kepayang mengingatkan kita kepada lagu-lagu milik band rock AS Foo Fighters.

Namun, kedua tembang itu hanya merupakan segelintir dari lagu-lagu keras yang disajikan dalam album ini. Setelah itu telah siap berbaris rapi lagu-lagu pop-rock-ballad yang menggetarkan hati. Selain Main Hati, ada Hitamku, yang inspirasinya berasal dari lagu-lagu besutan Sarah Maclahan. Lagu yang ada di track kelima tersebut terasa mengalir lembut bagai air yang membawa kesejukan di hati. Siapapun yang mendengarkan tembang itu pasti akan langsung jatuh cinta.

Mereka yang menggemari secara fanatik lagu Sempurna, yang ada dalam album perdana ABB, bisa menyimak lagu yang menurut banyak pihak merupakan “Sempurna Jilid 2”, yaitu Tak Ada yang Bisa. Kocokan gitar akustik yang lembut dipadu dengan sentuhan aransemen orkestra gesek dan lirik yang mampu membuat air mata menetes. Tembang tersebut dipersembahkan oleh Andra untuk ibunda tercintanya, yang pada 1999 telah menghadap Sang Khalik.

Para penggemar lagu-lagu instrumental seperti yang terserak pada album-album milik instrumentalist Joe Satriani, Paul Gilbert atau Steve Vai, akan dimanjakan oleh lagu 3 Keajaiban. Dari lagu yang didedikasikan oleh Andra kepada anak-anaknya itu terdengar kombinasi melodi gitar hangat dan tebal ala Joe Satriani dengan sedikit irama dan rhythm ala musik etnik Jawa dan Bali. Lewat lagu tersebut tertangkap sekali sampai sejauh mana kemampuan musikal seorang Andra sebagai seorang gitaris rock.

Lagu Seperti Hidup Kembali membawa hawa U2 yang kental. Sound menerawang dari synthesizer berpadu dengan beat drum yang statis dihiasi petikan echoing sound picking ala gitaris U2, The Edge, begitu menegaskan ke-U2-an lagu itu. Anda yang menggemari band Irlandia tersebut pasti menyukai lagu itu.

Album yang digodok selama tiga bulan ini ditutup dengan manis oleh lagu Selamat Tinggal Masa Lalu. Lagu tersebut terdengar “sangat Dewa 19”. Apalagi, di bagian interlude, Andra membubuhkan melodi gitar berlapis ala Brian May (Queen), tak ubahnya seperti sedang mengisi part gitar untuk Dewa 19.

Season 2 tampaknya ingin menegaskan bahwa ABB merupakan salah satu band rock terbaik saat ini. Setelah band-band rock senior, dari God Bless, Edane higga Roxx, tenggelam, ABB seakan menjadi alternatif bagi siapapun yang haus mendengarkan sajian musik rock berkualitas, termasuk dari segi produksi rekamannya, namun tetap nyaman

Mei 19, 2008 - Posted by | musik |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: