Pendekar Wanita dari Tanah Batak
[sebuah cerpen unik]
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang pendekar wanita, Butet. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih. Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat.
Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan gayanya yang Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.
Naibaho ikan gurame yang dibakar dengan Batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan.
Ternyata jalan kesana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan. Kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa di antaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.
Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar, “Wow, Siregar sekali hawanya.” Berbeda dengan kampungnya yang Panggabean.
Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang, warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya Singarimbun. Tampak di seberang, lautan dan ikan Lumban-lumban.
Terbawa suasana, mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukannya hanyalah bekas kolam ikan yang akan di-Hutauruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiur melambai kayak di pantai.
Sedang asyik-asyiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar. “Sinaga!” teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing.
Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar.
Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.
Tabib tergopoh-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan. “Hm, biayanya Pangaribuan,” kata sang tabib setelah memeriksa sejenak.
“Itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?” tawar si Butet.
“Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil”.
“Jangan begitulah. Masa’ tidak Siahaan melihat bibir saya begini?” Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan?”
“Baiklah, tapi pakai jarum yang Sitompul saja,” sahut sang mantri agak kesal.
“Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe. Saragih sedikit tidak apa-apalah.”
Malamnya, ketika sedang asyik-asyiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-Bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di semak-semak dan tiba-tiba berbunyi “Poltak!” keras sekali.
“Ada Situmorang?” tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan. Terdengar suara pelan, “Situmeangggg”.
“Sialan, cuma kucing,” desahnya lega. Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen.
Selesai berlatih, Butet pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat.
Keesokan harinya, Butet kembali ke Pandapotan. Di depan ruang ujian dia membaca tulisan: “Harahap tenang! Ada ujian.”
“Wah telat, emang udah jam Silaban sih”. Maka Siboro-boro dia masuk ke ruangan sambil menyanyi-nyanyi. Di-Tigorlah dia sama gurunya, ”Butet, kau jangan Siringo-ringo ribut! Bikin kacau konsentrasi temanmu.”
Butet dengan tanpa Malau-Malau langsung Sijabat tangan gurunnya, “Nggak Pakpahan guru? Sekali-sekali.”
Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejangan guru Pandapotan-nya untuk selalu “Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!” []
Dikutip dari http://emonkumis.multiply.com/ Mohon maaf dan izin kepada penulis “cerpen plesetan marga & nama Batak” ini, BatakNews sengaja mengganti judulnya. Tapi isinya sama sekali nggak diubah kok. Terima kasih banyak, cerita anda akan menghibur banyak orang yang lagi stress.
Banyak Receh dalam Kolekte
Banyak Receh dalam Kolekte
Cegah Satwa Punah
Ingatlah!! Kita harus belajar menyukai binatang, karena rasanya lezat
Post dibawah nggak usah dibaca, pasti bakal pusing bacanya
Berikut ini adalah teknik 530 hitam, karena berhubung pemegang keyword “Cegah Satwa Punah” adalah domain dot com, susah untuk ditandingi. Semoga aku bisa menang… Mari bertarung
Wartawan Meliput Pembunuhan
Seorang reporter muda ditugaskan untuk meliput suatu peristiwa pembunuhan. Oleh perusahaan dia disewakan sebuah mobil lengkap dengan sopirnya.
Setelah tiba di tempat kejadian, terlihat sangat banyak kerumunan orang. Sang reporter mewawancarai beberapa orang yang berdiri di tengah-tengah kerumunan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Selain itu, dia juga mewawancarai beberapa anggota keluarga dan beberapa tetangga, tapi dia merasa belum puas.
Lalu dia melihat seseorang yang bertampang ramah dan sepertinya tidak asing. Si reporter lalu berpikir, “Wah … kelihatannya Bapak yang satu ini baik dan dia sering tersenyum padaku, pasti dia bersedia memberikan keterangan yang lebih akurat.”
Si Reporter mendekati Bapak tersebut dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan.
Reporter : “Apakah anda tetangga korban?”
Bapak : “Oh … bukan.”
Reporter : “Wah .. kalau begitu anda keluarganya!”
Bapak : “Bukan juga”
Reporter : “Kalau begitu apa hubungan anda dengan korban atau
kejadian ini?”
Bapak : “Tidak ada”
Reporter : “Lalu mengapa anda ada di sini?”
Bapak : “Sebab aku adalah sopir yang membawamu kemari.”
Mengetahui Tipe Watak Lelaki dari Cara Mencium
Mengetahui Tipe Watak Lelaki dari Cara Mencium
Suka cium pipi isteri… suami yang penyayang.
Suka cium mulut isteri… suami yang bernafsu.
Suka cium tengkuk isteri… suami yang mata keranjang.
Suka cium telinga isteri… suami yang sensitive.
Suka cium leher isteri… suami yang penyabar.
Suka cium buah dada isteri… suami yang suka bermanja.
Suka cium tangan isteri… suami yang hipokrit.
Suka cium ketiak isteri… suami yang menerima isterinya seadanya.
Suka cium kemaluan isteri… suami yang pemalu.
Suka cium punggung isteri… suami yang suka bergurau.
Suka cium kaki isteri… suami yang terlalu menghormat isteri.
Tidak suka cium mana-mana bagian badan isteri… suami yang mementingkan diri.
Suka cium seluruh bagian badan isteri… suami yang baru balik dari tugas lama di luar kota
Sms-an Dengan A. Muliawan Masalah Banjir
Sms-an Dengan A. Muliawan Masalah Banjir
15:22:05 09/02/2007
Pablo : Wan, bgm kabarnya? rmh ente kena banjir gak? mudah2 pada slamet…
A. Muliawan : Kalo gw sklrg sih alhamdulillah baik2 aja, gak sampe msk ke rmh. Dijln dpn udh sedada, kalo si slamet gw mah kagak tau. Dirmh kmrn rame jd tmpt pnampungan, tp khusus utk janda2…
Pablo : Kl mo bantu orang jgn pilih kasih dong… jgn2 jandanya udah pade tua2
A. Muliawan : Ya variatif sih. rangenya antara 20an sampe yg plg top 80 (tp msh kuat mkn peyek)…
Pablo : Boleh tuh tinggalin satu tp yang bersih dikit. Ngomong2 lu perlu sumbangan sembako, perahu karet atau pelampung?
A. Muliawan : Ya nanti disiapin satu, udh bersih sih tp agak kriput dikit, maklum kerendem ampir seminggu. Ya udh telat, sembako mah udh bs beli di psr sini. Sumbang genset aja biar gw bs buka rental casan batre HP kalo mati lampu..
Pablo : Gensetnya lg dipake keliling, buat maen orkes dorong …. Nanti gw pinjemin aki. Mau yg umur brp? Ada 60,80,100. Masih kuat kok.. kok..kok… (lha kayak ayam). Kalo mati tinggal strum lagi bentar …
(sampe sini tuh temen belom ngejawab lagi …….)
Polisi Ikut Jongkok karena Bus Over Penumpang
Pengalaman ini terjadi pada waktu kuliah di tahun 1980-an akhir.
Seperti biasa, kalau akhir pekan pulang kampung. Ketika bus keluar dari terminal Semarang, bus penuh sesak, maklum peak season, akhir pekan. Keluar dari Semarang, ada polisi berdiri di pinggir jalan dan menghentikan bus yang saya naiki.
Sopir, kondektur dan kenek sudah belingsatan dan menyuruh para penumpang yang berdiri agar jongkok, biar gak ketahuan kalau busnya berpenumpang melebihi kapasitas. Sopirnya ngomel ngomel, bakalan kena tilang nih.
Ketika bus berhenti, seorang anggota polisi muda (mungkin baru lulus pendidikan) naik bus kami. Begitu pak polisi itu nailk bus, dia bingung dan celingukan melihat orang orang pada jongkok di dalam bus. Dan eh, pak polisi itu ikut jongkok juga. Bagaimana orang orang di bus gak terpingkal pingkal ?
Menabrak Setan dan Ditabrak Setan
Menabrak Setan dan Ditabrak Setan
Saat itu juga dari arah berlawanan melaju sepeda yang dikendarai oleh Arto (bukan nama sebenarnya). Waktu itu, Arto memakai baju warna putih. Tabrakan pun tak terhindarkan. Duaaarrr… gubrakkkkkk… (biar seru hehehehe), Rudy langsung tergeletak dan tak sadarkan diri.
Sementara itu Si Arto langsung kabur karena dia berpikir yang ditabraknya tadi adalah setan. Keesokan harinya, Si Arto berniat menceritakan kejadian yang dialaminya semalam, ya tentang “menabrak setan”.
Setelah sampai di sekolah telah berkumpul teman2nya dan salah satunya adalah Rudy yang tangan dan kakinya masih ada lecet-lecet akibat tabrakan. Ternyata, Si Rudy lagi serunya menceritakan kepada teman2nya kalo semalam dia “ditabrak oleh setan…”.
Sekarang, Arto baru tahu kalo semalam yang ditabtraknya itu bukan setan, melainkan temannya, Rudy. Tetapi Si Rudy tidak tahu tentang “setan” yang menabraknya. Sampai sekarang pun Rudy masih suka menceritakan kejadian “ditabrak setan” kepada teman-temannya (Si Rudy menganggap ini cerita yang seru hehehe, kacian Si Rudy).
Sampai kapan rahasia ini akan dijaga oleh Arto dan beberapa temannya yang mengetahui kejadian aslinya? Dan apa yang akan terjadi kalau sampai Si Rudy mengetahui kejadian yang sebenarnya?
Bangsa yang Menghormati Lalat
Karena melihat banyak sekali lalat beterbangan di sekitar makanan yang dijual, Cak Mamat menyalakan lilin untuk mengusirnya.
Dengan heran seorang turis Belanda yang kebetulan sedang makan di warung soto babat tersebut bertanya.
“Buat apa menyalakan lilin siang hari begini?” tanya di turis.
“Untuk lalat, tuan,” jawab Cak mamat.
“Bangsa Anda memang benar-benar baik hati. Bukan cuma manusia. Lalat pun di beri penerangan,” katanya kagum.
-
Arsip
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (6)
- Mei 2008 (48)
- Maret 2008 (1)
-
Kategori
- alat ukur listrk
- alkitab christian
- avatar the legend of aang
- bacaan alkitab
- berita
- berita baru
- cerita alkitab
- free download
- free embed
- game blog
- humor
- i t
- info komputer
- kalibrasi ulang
- kwh meter study
- listrik
- musik
- naruto fans
- naruto free download
- naruto game
- pengaruh harmonisasi pada kwh meter
- pengobatan penyakit jantung
- sepak bola
- terjadinya petir
- uang
- Uncategorized
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


